Rabu, 18 Desember 2013

Perspektif Perkembangan TI dalam Sistem Informasi Kesehatan

Dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatan,  harus dibangun komitmen setiap unit infrastruktur pelayanan kesehatan agar setiap Sistem Informasi kesehatan berjalan dengan baik dan yang lebih terpenting menggunakan teknologi komputer dalam mengimplementasikan Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information System).

Teknologi informasi memberi berbagai kemudahan dalam proses manajemen di segala bidang. Dengan teknologi informasi, data dan informasi dapat diolah dan didistribusikan secara lebih mudah, cepat, akurat, dan fleksibel. Hal ini mendorong semakin dibutuhkannnya teknologi informasi dalam berbagai kegiatan.

Melalui hasil pengembangan sistem informasi ini maka diharapkan dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut :


  • Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah daerah
  • Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan akan bersifat interoperable dengan jaringan lain.
  • Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di dalam kluster unit pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai komponen sistem di masa depan.
  • Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan kemampuan dalam teknologi informasi video, suara, dan data nirkabel universal di dalam Wide Area Network yang efektif, homogen dan efisien sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah daerah.
  • Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan, mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi yang menyimpan direktori materi teknologi informasi yang komprehensif.
  • Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif mencari, menganalisis, memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders.
  • Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan website dan access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna dapat dicapai sebaik-baiknya.
  • Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen, penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan, penggajian dan pengembangan karir.
  • Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan unit organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan dan kedokteran.
  • Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan organisasi, untuk mendukung agar organisasi dapat meraih keunggulan kompetitif.
  • Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.



Disunting dari : Sumber

Personal Hygiene: Appearance, Behaviors, Health, and Hand Washing


Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Terutama dalam lingkungan kerja misalnya kesehatan karyawan restoran/tempat makan. Disini saya akan membahas tentang  "Personal Hygiene:  Appearance, Behaviors, Health,  and Hand Washing" yang saya rangkum dari video ini.
Man Alan, ahli kesehatan lingkungan dari Departemen Kesehatan Ottawa County menjelaskan tentang kebersihan perorangan dengan fokus khusus pada penampilan, perilaku, kesehatan karyawan, kesehatan dan cuci tangan. The Michigan Departemen Pertanian telah menetapkan tujuan untuk mengurangi faktor risiko yang menyebabkan penyakit bawaan makanan berdasar pelayanan makanan. Ada lima faktor risiko yang diidentifikasi oleh Center for Disease Control (CDC) dan Food and Drug Administration (FDA) menjelaskan penyebab yang paling umum dari penyakit bawaan makanan ini diantaranya kebersihan perorangan yang buruk, penetapan suhu yang tidak benar, memasak yang tidak memadai, kontaminasi makanan dan peralatan, makanan dari sumber yang tidak aman.
Appearance (Penampilan)
Penampilan lebih dari sekedar terlihat baik dan bersih, penampilan membantu menjaga lingkungan yang bebas serta makanan yang aman. Di dalamnya mencakup :
1.    Melindungi rambut
2.    Pakaian bersih
3.    Perhiasan minimal/standard
4.    Dilarang memakai kuku palsu atau cat kuku
5.    Luka tertutup
Penampilan yang bersih membuat makanan aman dan pelanggan datang kembali.
 
Behavior (Perilaku)
1.    Dilarang merokok
Merokok akan mencemari makanan di tangan pekerja. Di Michigan tidak diperbolehkan merokok di mana saja misalnya di fasilitas makanan atau minuman untuk dikonsumsi dan disediakan ruang khusus merokok di luar gedung di mana karyawan dapat pergi beristirahat dan memastikan pekerja mencuci tangan ketika akan kembali bekerja.
2.    Dilarang makan
Karena dapat membawa bakteri seperti Staphylococcus arias yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan.
3.    Dilarang Mengunyah Permen Karet
Air liur dapat mencemari makanan di permukaan kontak makanan jika menghisap permen karet.
4.    Minuman yang terjaga/tertutup
Diizinkan memiliki minuman dengan tutupnya untuk mencegah mulut dan tangan menyentuh tempat cangkir yang sama.
5.    Mencicipi dengan tepat
Mencicipi harus dilakukan dengan hati-hati dan peralatan bersih dicelupkan ke dalam makanan, dan segera mencicipi makanan, dan tempat dapat terkontaminasi dengan piring kotor, alat untuk mencicipi tidak boleh menggunakan lebih dari sekali.
6.    Tidak ada kontak tangan kosong
Tangan kosong merupakan sumber kontaminasi, dengan menggunakan peralatan seperti penjepit, tusuk gigi, jaring dan sendok dapat mencegah kontaminasi makanan.

Penyakit Pekerja
Kebesihan pribadi yang buruk pada karyawan menyebabkan Lima Penyakit Besar seperti Salmonella, Shigella, E-Coli, Norovirus, Hepatitis A. Dengan gejala diare, sakit tenggorokan dan demam, penyakit kuning, pembatasan penjauhan dari makanan, dan berada jauh dari tempat kerja.
            Pendirian pelayanan seperti ini harus memiliki kebijakan. Kebijakannya harus mendetail penyakit, gejala, dan apa tindakan ideal rencana tertulis yang akan dibagi dan disebarkan untuk referensi untuk meningkatkan kesadaran untuk mencegah penyakit bawaan makanan.
            Pekerja layanan makanan tidak harus bekerja apabila mereka sedang mengalami gejala muntah, diare, sakit tenggorokan dengan disertai demam, atau penyakit kuning. Jika gejala bertambah buruk maka hubungi penyedia layanan kesehatan, pekerja harus diberitahu untuk melaporkan gejala yang dialami kepada manajer, dan manajer harus mengambil tindakan yang tepat untuk pekerja yang sakit. Manajer harus membatasi pekerja yang sakit berdasarkan penyakit dan gejala.
Diagnosis pada pekerja layanan makanan yang sakit dengan gejala minor baru diperbolehkan kembali bekerja setelah sakit parah harus dibatasi dari penanganan makanan permukaan kontak makanan. Aturan praktis yang baik tidak kembali bekerja sampai 48 jam setelah gejala atau tidak setelah menerima sampel negatif pada pemeriksaan tinja.

Hand Washing (Mencuci Tangan)
1.    Mencuci tangan dengan wastafel tangan
Untuk mencuci tangan dibutuhkan untuk mengatur air panas, handuk atau pengering tangan.
2.    Mencuci tangan selama 20 detik
Tangan dibasuh air perlu mengeluarkan handuk dan menyalakan air panas. Dekatkan tangan di bawah air, jari lengan terbuka setidaknya selama 20 detik. Matikan keran dengan handuk kertas untuk mencegah kontaminasi.  Jika memiliki pengering udara, gunakan handuk kertas untuk mematikan keran.
3.    Pemakaian sarung tangan
Sarung tangan harus dibawa ketika akan pergi karena tidak diperbolehkan kontak tangan telanjang untuk makanan siap makan.

Setelah mengetahui teknik kebersihan perorangan yang baik untuk penekanan penampilan, perilaku, kesehatan karyawan dan mencuci tangan dapat mengurangi risiko penyakit bawaan makanan. Karena kebersihan pribadi yang baik adalah tanggung jawab semua orang.